well..... ada barang baru yang barusan saya review. Sebuah in ear monitor bluetooth dari pabrikan 1More. Dengan rentang harga US$ 100, in ear monitor ini mempunyai kualitas yang sesuai dengan harganya. Dalam paket penjualan terdapat 3 pilihan earbud size, dan 3 pilihan karet grip nya. Small, Medium, Large. Dengan size Medium yang sudah terpasang, in ear monitor ini memberikan kenyamanan ketika pertama saya mencoba nya di Jaben Network - The Little Headphone Store. Jaben sendiri merupakan sebuah toko audio yang fokus dalam bidang penjualan headphone dan earphone (termasuk in ear ya), merupakan toko yang pertama saya temui di Singapore sekitar Coleman Street (cek di JABEN | OUR STORES). 1more sendiri kalau tidak salah merupakan anak perusahaan Xiaomi (atau pembuat earphone untuk Xiaomi yaa...(?) . (cek 1MORE iBFree BLUETOOTH IN-EAR SPORT HEADPHONES ...).
Overall, saya cukup nyaman dengan in ear monitor ini. Namun jangan dibandingkan dengan Apple Airpods, secara harga yang berbeda sangat jauh. In ear monitor 1More cukup nyaman untuk digunakan sehari hari dan tidak takut jatuh. Baterai dengan daya tahan hingga 10 jam sekali full charge. 1More ibfree patut dicoba bagi Anda yang membutuhkan in ear monitor wireless yang simpel dengan harga terjangkau dan kualitas yang... sesuai harga nya.
Senin, 04 Desember 2017
Minggu, 23 Juli 2017
Selasa, 13 Juni 2017
Wings Of Time.. Sentosa Island
Hello....masih seputar Singapore, setelah saya membahas tentang per Apple an di negeri Singa, kita belok sedikit ke sebuah pertunjukan "spektakuler" di pantai di Singapura yang terletak di Sentosa Island. Wings Of Time
Ya, pertunjukan ini sebelumnya menampilkan dengan tema Song of The Sea. Song of The Sea sendiri diputar (mungkin) sejak 2010. Sampai 2013, kemudian diganti dengan pertunjukan baru yaitu Wings of Time.
Pertunjukan ini cukup spektakuler dimana memadukan antara air mancur, kembang api, laser dan tentunya suasana pantai. Secara teknologi pertunjukan ini layak diacungi jempol dimana air mancur di semprot dengan sangat indah dan megah, selain itu air disini berfungsi juga sebagai "screen" dari laser yang menampilkan efek dan tokoh dalam cerita. Ini sangat menarik, kemudian semburan api dan kembang api yang dahsyat. Untuk tata suara, sangat cukup untuk sebuah pertunjukan outdoor.
Yang cukup disayangkan dari tema Wings of Time yang menceritakan sebuah burung yang mampu melakukan perjalanan menambus ruang dan waktu membawa tokoh yang diperankan dua orang laki laki dan perempuan untuk pergi ke masa lalu dimana masa ketika burung ini hidup. Burung ini ditemukan secara tidak sengaja oleh dua orang tokoh ini di dalam sebuah gua batu. Selebihnya mengandalakn atraksi kembang api, api, dan air juga laser. Sampai pada akhir cerita kedua tokoh ini kembali lagi ke masa sekarang. Tamat
Pertunjukan ini berdurasi sekitar 20 menit dengan harga tiket 28SGD untuk kursi biasa dan 38SGD untuk VIP. Termasuk bonus minum dan snack juga souvenir kipas.
Untuk menambah pengalaman, pertunjukan ini baik juga untuk di tonton, namun jika pertunjukan di Marina Bay Sands sudah dibuka lagi dengan judul Wonderfull Singapore, saya merasa pertunjukan di Marina Bay lebih baik content nya dan juga gratis. Sayang nya pertunjukan yang sudah ada sekitar 6 tahun ini mulai April 2017 sedang dihentikan dengan alasan Maintenance.
Denon Envaya Mini DSB 100.. size doesn't matter
Hello...... kali ini saya ingin membagikan pengalaman menggunakan salah satu produk speaker mobile wireless. Denon Envaya Mini dengan seri DSB 100.
Sepintas, perangkat ini mirip kotak pensil. Cukup unik untuk bentuk sebuah speaker wireless. Denon merupakan merk yang tidak asing bagi penyuka audio. Bukanlah merk dan pemain baru di dunia per audio an. Teman seangkatannya seperti JBL, Bose yang sudah lebih dahulu bermain di speaker wireless tidak membuat Denon ragu untuk mengeluarkan produk Envaya Mini.
Jika dilihat dari ukurannya, speaker ini tergolong kecil dan ramping dibandingkan dengan kompetitor seperti JBL Flip, maupun Bose Soundlink Mini. Pada uji coba yang saya lakukan dengan menggunakan lagu Diana Karl Lets Fall In Love, saya agak kaget dengan kualitas suaranya. Terutama untuk low frequency nya. Envaya Mini mampu menghadirkan low frequency yang mantap, bahkan pada volume kecil. Namun frequency high cenderung kurang. Namun masih dalam kualitas yang cukup. Untuk frequency mid cukup warmth. Dibandingkan dengan JBL Flip 3 untuk rentang harga yang sama, Envaya Mini memberikan frequency response secara keseluruhan lebih baik. Untuk dapat menghasilkan semua frequency tidak dibutuhkan volume yang keras, sedangkan pada JBL FLip 3 untuk dapat mendapat low frequency yang baik volume harus cukup tinggi.
Untuk masalah konektivitas, Envaya Mini tergolong paling lengkap. Dimana terdapat koneksi NFC selain Bluetooth dan 3,5mm Auxilary Input. Selain itu Envaya Mini sudah mendukung aptX dimana latency menjadi cukup kecil. NAmun pengaturan volume nya belum menyatu dengan perangkat. Sehingga kita harus mengatur secara terpisah volume pada speaker dan volume pada perangkat pemutar musik.
Untuk daya baterai, secara teknis mendukung hingga 10 jam.namun pada kenyataannya baterai hanya mampu bertahan sekitar 6 jam saja. Cukup jauh dibanding dengan JBL Flip yang mampu bertahan 10 jam. Dengan waktu pengisian daya sekitar 2,5 jam menggunakan adaptor 2 Amp (dijual terpisah).
Di dalam paket penjualan, hanya terdapat speaker, pouch bludru, kabel usb micro dan buku manual. Packing cukup mewah dan rapi, tidak seperti JBL yang sangat sederhana. Untuk urusan packing Denon hampir menyerupai Harman Kardon, memperhatikan detil kecil. Untuk berat Denon Envaya Mini sedikit lebih berat dibandingkan JBL Flip 3.
Akhir kata, Denon Envaya Mini cukup layak dipertimbangkan untuk dimiliki karena secara keseluruhan kualitas suara lebih baik daripada JBL Flip 3, stereo imaging lebih terasa. Sepintas saya bisa mengakatan Envaya Mini ini sebagai Entry level sebelum Anda mencoba Bose Soundlink Mini. Namun, pendapat Anda hak Anda, silahkan mencoba sendiri dan tulis review Anda sendiri. :)
Rabu, 31 Mei 2017
Garansi Apple Device di Singapore.
Hello...after long and deathly months, akhirnya bisa nyambung tulisan terdahulu. Masih berkaitan dengan pernagkat Apple yang dibeli di negara Singa. Mungkin beberapa dari anda ada yang pernah mendengar tentang Apple Care. Ya, Apple Care adalah garansi tambahan dari Apple yang memberikan jangka waktu garansi sampai 2 tahun kedepan (tergantung tipe produk yang dibeli). Jika produk seperti iPad dan iPod, garansi tambahan berlaku maksimal 2 tahun (1 tahun garansi utama dan 1 tahun garansi tambahan) yang mencakup segala macam perbaikan dan sparepart dari perangkat kita (termasuk baterai) namun di luar asesoris. Untuk produk komputer Apple, garansi bisa sampai 3 tahun (1 tahun garansi utama dan 2 tahun garansi tambahan) juga mencakup semua perangkat baik sparepart dan service. Selain itu, garansi tambahan ini memberikan akses kita untuk dapat berkomunikasi dengan apple support gratis sepanjang masa garansi (tanpa Apple Care fasilitas ini hanya diberikan 90 hari saja). Mungkin sebagian Anda merasa ini kurang bermanfaat, tapi bagi saya (baca artikel sebelumnya) fasilitas ini amat sangat membantu.
Apple Care ini diberikan dengan kita membayar sejumlah uang.
Nah, ada Apple Care +. Dimana Apple Care + ini hanya bisa dibeli bersamaan ketika kita membeli perangkat baru dari toko yang sama. Tidak bisa dibeli terpisah dan harus diaktifkan saat itu juga. Jika kita berniat membeli terpisah, maka harus membeli melalui Apple Store Online di Singapore.
Sedikit keistimewaan dari Apple Care + ini. Selain semua manfaat yang sudah saya tulis di atas, juga mencakup perlindungan rusak karena kesalahan pemakai. (Hanya berlaku di Singapore).
Mungkin di Indonesia ini mirip dengan iProtect dari iBox. Jujur saya belum pernah mempunyai pengalaman dengan iProtect. Namun dengan Apple Care + ini, barang rusak kita akan langsung diganti oleh toko dimana kita membeli tanpa ribet seperti yang pernah saya lakukan ketika iPhone 6s plus saya bermasalah. Untuk iPad Pro, Apple Care + ini di banderol seharga S$200. Menurut saya its worth, mengingat apapun kejadian yang menimpa Apple Device kita, maka akan diganti dengan yang baru.
Semoga bermanfaat
Sabtu, 05 November 2016
Beli iPhone Garansi Resmi Indonesia atau Garansi Luar Negeri??
yapp..sesuai judul...ini sering menjadi sebuah pertanyaan bagi kita yang akan membeli sebuah iPhone baru. Tentunya dalam konteks ini iPhone yang benar benar baru dan original resmi Apple. Baik unit nya, maupun asesoris bahkan kardus nya. BUKAN REFURBISHED. Jika Anda berniat membeli REFURBISHED atau akan bertanya "loh kan masih ada tuh iphone 5 baru garansi distributor xxx...." saya sarankan hentikan membaca Anda sampai sini... :D
Memang selama ini selalu banyak yang bertanya kepada saya ketika akan membeli iphone baru. Mereka rata rata sudah mengecek di gerai resmi Apple di Indonesia seperti : eStore, EMAX, iBox, Zoom, Infinte, Vertex, Global AAR, dan lain lain. Pokoknya semua yang ber label "Apple Premium Reseller", atau "Apple Authorized Reseller". Atau di toko handphone modern store seperti Oke Shop, Global, Erafone, dan lain lain. Atau melalui bundling operator seluler Indonesia. Biasanya iPhone bergaransi di Indonesia dipegang oleh TAM, SES, atau MTS. Dan semua iPhone ini pada kondisi FU (Factory Unlock) (baca juga: Cara Mengetahui iPhone SU Atau FU - MakeMac).
Biasanya teman teman yang bertanya kepada saya mengeluhkan harga iPhone resmi Indonesia ini yang cukup mahal bila dibanding dengan di negara tetangga kita. Ingat semua nya kondisi baru dan resmi Apple yaa. Mungkin karena pajak kita yang teramat tinggi atau faktor lain saya tidak tahu. Belum lagi masalah beberapa seri yang tidak masuk Indonesia. Atau terlambat masuk Indonesia. Sebut saja iPhone 6s dan iPhone 6s Plus. IPhone Se, iPhone 7 dan 7 plus.
Ketika teman saya bertanya berapa harga iPhone yang saya beli ,mereka kaget karena selisih nya bisa Rp 2.000.000-Rp3.000.000. Mereka bertanya iPhone itu beli dimana? saya jawab ini iPhone Singapore, beli di Indonesia. Tetapi jelas ber garansi internasional. Pertanyaan selanjutnya, apa bedanya iphone bergaransi internasional dengan iphone bergaransi Indonesia. ya Jelas berbeda di GARANSI nya. garansi iphone Indonesia bisa di klaim di Indonesia. sedangkan garansi iphone internasional paling dekat harus di klaim di Singapore. Mereka kemudian nyeletuk "wah males yaa..." (ini silahkan disikapi sendiri yaaa...".
Pertanyaan selanjutnya, memang nya ketauan iPhone itu berasal dari mana? Jawabnya adalah YA. (baca juga: Begini Cara Mengetahui Negara Asal iPhone Kamu - Klik Mania). Setiap iPhone memiliki kode yang berbeda berdasar area penjualan/beredar nya iPhone tersebut. Termasuk untuk meng akomodir beberapa fitur khusus. Misalnya di negara Jepang, China dan Korea ada peraturan untuk dilarang mengambil gambar diam diam (stalking). Sehingga iPhone untuk tiga negara ini memiliki fitur khusus yaitu camera no silent. Sehingga pada kondisi apapun saat mengambil gambar maupun screenshoot layar maka akan terdengar bunyi "cekrek.." yang cukup keras. Lebih keras dari iPhone negara lain. Dan sekali lagi TIDAK BISA DIMATIKAN. dari beberapa percobaan suara nya lebih keras 1,5x dari iPhone lain.
Dari pengalaman saya, saya memilih untuk membeli iPhone di luar. Jelas karena harga nya lebih murah. Selain itu Isyu nya kualitas nya lebih baik. Lalu, bagaimana jika iPhone tersebut bermasalah? Nah baru baru ini saya mengalami kejadian tersebut di iPhone 6s plus saya yang tiba tiba No Service. Saya coba bertanya ke tempat service tidak resmi terbesar di Jogja untuk produk iDevice. Katanya ini IC PA nya rusak. Bisa diperbaiki dengan biaya sekitar Rp 1.000.000. Saya tanya ke teman lain katanya resiko besar jika IC PA ini di service. Sebagai informasi, Apple sendiri tidak melayani perbaikan iPhone selain baterai. Selebihnya dilakukan Exchange, dengan menukar iPhone rusak kita dengan iPhone baru ber seri dan tipe sama dengan biaya tertentu. Nah, iPhone 6s plus ini kebetulan saya beli ketika melancong ke negeri singa dan saya beli di bandara Changi. Toko nya iStudio. Ketika kejadian itu muncul, saya mencari nota pembelian dan ternyata sudah hilang :(.
Tak habis akal, saya mencoba mengontak toko tempat saya beli via email. Mereka langsung memberikan file nota nya dalam waktu kurang dari 24 jam (fast response bener deh). kemudian saya mencoba menghubungi Apple Support via telepon. dua kali saya diterima oleh orang Indonesia. dan memberikan saran dan langkah trouble shoot. setelah semua langkah dilakukan sampai tahap akhir adalah Restore via iTunes, masalah tidak selesai. Saya mencoba menelepon lagi sampai 3 kali. 3 telepon saya ini diterima oleh orang Australia. Terlihat dari cara bicaranya. yang ketiga, diterima oleh Technical Division Apple. Kemudian, dia memberikan opsi untuk meng klaim di Indonesia. SAya bilang jika iphone 6s plus tidak dijual di Indonesia. Dia mencoba membantu dan menghubungi Apple Service Provider di Jakarta. Namun karena memang iPhone ini tidak dijual di Indonesia, maka tidak bisa di Klaim di Indonesia. (walaupun dijual, Indonesia tidak bisa menerima klaim iPhone yang bergaransi international CATAT!).
Kemudian, saya diberi kontak langsung sang technical division tadi melalui telepon langsung ke extensi dia, dan alamat email. diskusi masih berlanjut (all in english yes....:D). Sampai akhirnya dia memberi solusi tapi saya harus membawa iPhone ini ke Singapore. Dia sudah mengirimkan Case ID saya untuk nanti bisa di terima oleh Apple Service Provider di Singapore. Karena saya berasal dari Indonesia, dia menyarankan untuk melakukan janjian termasuk memastikan ketersediaan barang pengganti. (ya, karena iPhone rusak tidak di service namun DIGANTI BARU). Akhirnya, saya menghubungi salah satu ASP tersebut dan membuat janji temu. Setiba saya di Singapore, Menyebutkan Case ID, dan menyerahkan iPhone saya yang bermasalah. Kemudian saya diminta menunggu 1 jam. tik tok tik tok...Setelah 45 menit saya dipanggil dan iPhone tersebut diganti baru. :D
Namun iPhone baru ini tetap mengikuti garansi iPhone saya yang bermasalah.
well akhir kata, masalah rugi atau tidak membeli iPhone bergaransi internasional, namun dengan selisih harga seperti di atas senilai dengan tiket PP ke Singapore, makan biasa, dan tidur di hostel, kalau saya tetap memilih membeli iphone internasional. Karena kerusakan semacam ini one in a millions. Jika kena apes nya ya anggap saja jalan jalan ke negeri singa. lebhi baik daripada selisih itu diberikan ke pajak kita kan....? :D yang ujung ujung nya cuma masuk kantong korupsi....











